Monthly Archives: Mei 2014

Antara Cita-cita Dunia dan Tujuan Hidup Akhirat

Standar

Pengajian LDII

Cita-cita Dunia dan Tujuan Hidup Akhirat Dalam kehidupan sehari-hari apakah kita lebih banyak mengerjakan, urusan dunia atau masalah akhirat yang berkaitan dengan ibadah? Sebagai intropeksi ada baiknya kaum Muslimin memperhatikan nasehat Nabi s.a.w. berikut:

“Barang siapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya, maka Allah mencerai-beraikan urusannya, dan Allah menjadikan kefakiran didepan matanya, dan ia tidak memperoleh dunia kecuali sesuai qodarnya.

Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya Allah akan menyatukan urusannya, menjadikan kaya dalam hatinya, dan dunia akan datang padanya dengan mudah”.

Hadist Ibnu Majah No. 4105 Kitabul Zuhdi


Jelas , orang yang dalam hidupnya hanya memburu kehidupan dunia maka ia akan terus disibukkan dan lelah oleh urusan dunia, tidak ada ketenangan dalam hatinya dan selalu merasa kekurangan.

Sebaliknya, manusia yang lebih mementingkan urusan agama / urusan ibadah maka Allah akan memberikan ketenangan dalam hidupnya, hatinya merasa kaya dan rizkinya dicukupi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Perhatikan seruan Allah yang Maha Agung dan Maha Mulya dalam Hadist Quthsi…

Lihat pos aslinya 328 kata lagi

Iklan

Hadits Tentang Cobaan Dan Musibah

Standar

EDISI SPESIAL

1. “Sesungguhnya Allah, bila menyukai sebuah kaum maka Dia akan menurunkan cobaan kepada mereka. Maka barangsiapa yang ridha dengan ujian itu maka keridhaan Allah baginya, dan barangsiapa yang membenci maka kebencian pula yang akan ia terima”. (Al-Hadits)

2. “Orang yang paling berat menerima cobaan adalah para Nabi, kemudian orang-orang terbaik setelah mereka. Seseorang dicoba sesuai dengan kadar keagamaannya. Barangsiapa yang kuat keyakinan agamanya maka cobaan yang ia terima akan semakin berat, dan barang siapa yang memiliki bobot keagamaan yang ringan akan diuji sesuai dengan kadar keagamaannya. Cobaan itu akan senantiasa diturunkan kepada hamba sehingga ia biarkan berjalan diatas bumi tanpa menanggung satu kesalahan pun”. (Al-Hadits)

3. “Sungguh unik perkara orang mukmin itu, semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya”. (Al-Hadits)

4. “Orang-orang saleh mendapat cobaan, kemudian orang-orang yang terbaik…

Lihat pos aslinya 28 kata lagi